Wednesday, March 21, 2012

menzalimi

Kalo denger kata menzalimi, gue teringat diktator, raja-raja dan panglima perang yang semena-mena merampas hak – hak masyarakat untuk kepentingan pribadi. Saya membayangkan mereka menzalimi rakyatnya dengan penuh kekerasan, merentangkan sayap memenjara, menebar benih ketakutan untuk kepentingan pribadi. Ya, menzalimi adalah hal yang sangat mengerikan, saya tidak akan pernah mau menzalimi orang lain.

Benarkan saya tidak pernah menzalimi orang lain? Pernah, bahkan sering….

Kalau menurut KKBI (klo gak ngerti KKBI itu apa, google aja ya…), MENZALIMI berarti menindas, menganiaya, berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain.

Menindas ? nggak lah, menindas orang lain jarang saya lakukan, paling waktu jadi senior jaman ospek2 dulu, hehehe….

Menganiaya ? ampun deh nggak sanggup menganiaya, saya cinta damai, peace !

Berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain? Ya…ya… yang ini saya sering lakukan.

Untuk bisa berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain berarti harus ada kewenangan yang dilimpahkan ke saya. Tuhan memberikan suatu privilege kepada saya, memberikan suatu kewenangan kepada saya, dan kewenangan tersebut sering saya salah gunakan untuk berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain !

Gak percaya ?

Tuhan memberikan kewenangan atau otoritas bagi saya untuk mengemudikan mobil saya; saya suka memepetin & klaksonin motor-motor yg melawan arus, saya suka klaksonin or dim mobil-mobil yang lelet, saya suka memepet balik mobil-mobil yang memotong jalur saya dan saya setiap 2 hari sekali mengisi bensin dengan bensin bersubsidi. Ya, saya sering menzalimi.

Ya, saya menzalimi pengemudi motor-motor tersebut, saya dengan sengaja menimbulkan ketakutan dan ketidaknyamanan bagi mereka. Saya sering kekeuh tidak memberikan jalur saya bagi pengemudi mobil lain yang memotong jalur saya, padahal mungkin saja mereka sedang menuju rumah sakit atau mengejar pesawat terbang.

Tuhan memberikan banyaaaak kewenangan bagi anda, apakah anda menjaga kewenangan tersebut agar tidak menzalimi orang lain? Banyak hal-hal sederhana yang sebenarnya sama saja dengan menzalimi.

Saya ambil contoh sederhana, Tuhan memberi anda sebuah mobil. Kalau anda ganti lampu standar anda dengan HID yg mahal dan sangat terang benderang sampai membutakan pengemudi lain di malam hari = Menzalimi.

Kalau anda mengemudi dengan kecepatan 50 km/j di lajur paling kanan di jalan tol padahal banyak lho yg perlu buru-buru, memaksa orang pindah-pindah jalur, tingkat resiko kecelakaan meningkat = Menzalimi.

Kalau anda kena macet dimalam hari kaki anda terus menerus menekan pedal rem, supir mobil di belakang anda akan silau kena lampu rem anda = Menzalimi.

Saya mengaku sering menzalimi, saya mencoba menguranginya…..

Menghilangkannya sama sekali? Saya bukan manusia sempurna, apalagi kalau motor-motor yang melawan arus masih banyak, hahaha…

Cheers
Dodolagiisengsoalnyalagistress

Oh...No..... E-Toll Card is coming

Kemaren sempat heboh bp Dahlan Iskan sang Menteri 'ngamuk' di pintu masuk toll karena antrian panjang dan membebaskan pengendara gratis masuk toll.....ah, andaikan saja saya juga bisa melakukan hal yang sama tanpa di tangkap polisi n masuk penjara. *ngayal

Menurut saya sih pak menteri agak 'Lebay' ya.... kan bisa aja dia tegur baik2 si Dirut jasa marga, atau lewat pers, takutnya sikap beliau ini ditiru oleh oknum-oknum, nanti kalo jalanan macet berat pengemudi pada nggak mau bayar atau malah pengendara motor masuk toll dengan alasan macet di jalan arteri toll. Tapi sudahlah, saya nggak mau bahas itu, yang saya mau bahas adalah praktek penggunaan E-Toll Card mandiri & Jasa Marga. Dalam artikelnya dikutip bahwa Sang Menteri beranggapan sang E-Toll Card adalah penyelamat kemacetan/antrian di gardu Toll. Sorry, I beg to differ.

E-Toll Card

Gue termasuk pengguna E-toll card, karena rumah yg agak Jakarta coret mengandalkan Toll buat keluar-masuk Jakarta. Gue punya Tiga kartu E-Toll, banyak ya? nanti gue jelaskan kenapa. Sekarang kita kupas satu-satu pengalaman gue memakai E-Toll Card.

Ada 2 cara pemakaian E-toll Card, pertama melalui gardu toll biasa, disini anda serahkan kartu E-toll dan kemudian petugas akan membantu anda bertransaksi. Cara kedua adalah melalui Gerbang Toll Otomatis (GTO), sini tidak ada petugas, anda bertransaksi sendiri dengan mesin untuk membuka palang penghadang.

1. Penggunaan E-Toll Card TIDAK mempercepat transaksi.

Lho? kok bisa? Gini ceritanya, pada saat mobil anda menghampiri gardu toll, biasanya sang penjaga toll akan langsung otomatis berasumsi anda akan membayar dengan Tunai, hal ini dia lakukan agar mempercepat transaksi. Petugas ini benar, karena memang sebagian besar masyarakat memang masih setia membayar secara Tunai.

Nah, begitu anda sampai di depan gardu dan menyerahkan sang E-toll Card kepada petugas, maka sang Petugas harus meng-Cancel transaksi Tunai (yang tidak terjadi) baru kemudian dapat melanjutkan transaksi dengan E-Toll Card. Hal membuang-buang waktu sehingga transaksi anda TIDAK akan lebih cepat.

Seharusnya Mandiri atau Jasa Marga mengantisipasi hal ini dengan mengeluarkan E-toll Card berwarna cerah/terang bukan warna hitam yang ada sekarang, paling tidak sang Petugas penjaga toll dapat melihat kartu tersebut dari jarak yg lumayan jauh sehingga ia tidak perlu berasumsi anda akan membayar secara tunai.

2. GTO (Gerbang Toll Otomatis) = Nightmare

Ya, gerbang GTO ini sangat menyebalkan, bahkan untuk pengguna E-Toll card seperti saya.
Pertama, kondisi dimana masih banyak orang 'Idiot' (maaf) yang diperbolehkan oleh bangsa dan negara ini untuk mengemudikan mobil. Para teroris jalanan ini (maaf lagi) tidak mampu membaca tulisan sangat-sangat besar di depan gerbang GTO dan ikut antri masuk gardu GTO walaupun TIDAK memiliki E-Toll Card. Kemudian setelah sampai di antrian terdepan mesin GTO barulah mereka 'panik' karena tidak memiliki E-Toll Card.

Disinilah nightmare bagi mereka yang antri dibelakangnya dimulai. Biasanya para 'idiot' ini mencoba bernegosiasi dengan mesin GTO (mesin kok diajak nego), kemudian mencoba untuk mundur (walau banyak mobil dibelakangnya, tetep aja melambai-lambai minta semua mobil ikutan mundur (gubraks). Setelah adegan minta mundur, barulah biasanya ada petugas yg datang menghampiri, disini akan ada beberapa option bagi pengemudi 'idiot' (maaf lagi,) bisa dengan menyerahkan sejumlah uang kepada pengemudi dibelakangnya (meminjam kartu) atau diwaktu-waktu tertentu bisa membeli E-toll Card di tempat tersebut (kalau ada salesnya) dengan uang 50 ribu.

Kedua, keberadaan gardu GTO mengacaukan harmonisasi antrian kendaraan, hal ini terjadi karena mereka yang tidak mempunyai E-Toll Card akan menghindari gardu GTO, kalau bisa menghidari dari jauh-jauh sih gak pa pa (antisipasi), tapi kalau udah deket baru pindah jalur yg nyebelin, ini menimbulkan pepet-memepet yg menjurus ke pertikaian dan saling pukul-memukul (true story, not me thou)

3. Menggunakan E-Toll Card tidak semudah iklan mereka

Nah, disinilah kenapa saya punya 3 kartu E-Toll Card. Pertama karena dulu isi ulang (top up) kartu ini agak susah, sekarang sih udah lumayan ya, banyak ATM dan POS (point of sales) yg bisa melakukan isi ulang, tapi bukan berarti MUDAH untuk melakukan isi ulang. ATM masih andalan saya, namun tidak semua ATM Mandiri mampu membaca E-Toll Card dan ATM yang seharusnya mampu membaca E-Toll Card sering ngadat dan tidak bisa membaca E-Toll Card. Jadi menemukan ATM yg mampu top-up probalilitasnya lumayan kecil. Memang di outlet Indo***t atau alf***t bisa isi ulang, tp nggak selalu bisa, kadang petugasnya juga kesulitan buat isi ulang karena nggak ngerti.

So, alasan saya punya tiga kartu adalah pengisian top up yang sulit dan sebagai kartu yang memiliki fungsi mirip uang tunai, saya agak males mengisinya dengan jumlah besar. Seandainya kartu ini hilang, saya tidak bisa claim apa-apa, Bank Mandiri dan Jasa Marga juga tidak bisa (tidak mau) menggantinya.

4. Machines are not reliable, my friend....

Mesin-nya suka rusaaaak......., beberapa GTO kadang tidak bisa mengeluarkan struk transaksi, gw gak tau ini human error (lupa isi kertas) atau emang mesinnya yg error. Kalau mesin di GTO rusak maka satu gardu akan totally shut down, ini membuat antrian di gardu lain bertambah panjaaaaaangi.

Mesin pembaca yg di gardu juga kadang-kadang nggak berfungsi, sehingga saya musti cari-cari duit di kantong agar bisa bayar secara Tunai, ini disertai permintaan maaf sang penjaga gardu dan diiringi klakson mobil dibelakang saya....


Tapi diluar semua komplain ini, saya yakin akan adanya pembelajaran, semoga kedepannya mereka lebih baik...

Tapi maaf, saat ini E-Toll Card bukanlah solusi kemacetan anda (maaf Pak Dahlan).

Selamat Bekerja ....

Thursday, October 14, 2010

Romantisme Martir

what the hell is Romantisme Martir? saya gak ngerti juga .... :D

Martir bisa jadi seseorang yang berkorban atau kehilangan nyawa untuk sesuatu yang menjadi kepercayaannya.
Menjadi seorang Martir merupakan "ultimate sacrifice" yang di puja-puja bak dewa di hampir semua ideologi, dari mulai agama, nasionalisme, suku, ras, golongan, kampung halaman, dll.

Sehingga Mati untuk negeri, Mati untuk agama, Mati untuk Suku mendapatkan tempat yang Agung di masyarakat.
Buat gue nothing wrong with this idea, memang society membutuhkan martir-martir untuk mempertahankan eskistensinya.
TAPI, menurut gue martir diperlukan jika dan hanya jika ada serangan fisik dari pihak lain (martir dari pihak lain)

Romantisme Martir

Dalam era globalisasi, multi kultural, civil society ini, kesempatan untuk menjadi martir berkurang.
Negara yang saling perang sudah jarang, perang suku atau ras di era pembauran sekarang sudah jarang. Saya rasa saat ini anda akan berteriak kalau saya salah besar dan perang - perang itu masih ada dimana-mana.

Justru itu point penting tulisan ini, menurut saya perang-perang antar suku atau negara terjadi karena adanya Romantisme Martir. Mereka-mereka yang memulai perang-perang tersebut ingin dirinya menjadi martir yang akan dikenang sepanjang sejarah, tanpa memandang bulu penderitaan dan korban yang jatuh kemudian, kemerosotan ekonomi, pendidikan yang terbengkalai dan sebagainya. Mungkin om George W Bush dulu juga merasa dia harus "berkorban" agar dunia jadi aman sentosa damai selamanya, hasilnya? perekonomian amerika anjlok, perekonomian iraq bubar berantakan, masyarakat afganistan juga nggak maju-maju, plus om Bush dianggap sebagai presiden yg gagal, inilah bahaya laten romantisme martir.

Contoh lain; pembangunan Masjid di dekat twin tower dan Pendirian Gereja di Bekasi. Dua hal ini sama-sama mendapatkan tentangan keras dari masyarakat sekitar. so? what to do? Kalo saya: ya udah pindah ajah deh, wong udah dimarahin penduduk sekitar, cari lokasi lain yg lebih diterima di masyarakatnya, toh mana bisa beribadah dengan tenang dan damai dibawah tekanan masyarakat sekitar. contoh spesifik dari kasus pendirian Gereja di Bekasi (kalo yg di new york kejauhan); romantisme martir membuat jemaah Gereja melakukan pawai provokatif atau tepatnya jalan kaki bersama menuju lokasi gereja, bukan karena gak punya kendaraan tp lebih karena romantisme itu. Begitu juga dengan para pemuda (?) yang menghadang mereka dan melakukan kekerasan merupakan hasil dari romantisme martir yang sama, ingin menjadi martir untuk melindungi kampungnya.

SO? gimana caranya mengurangi romantisme martir ini? PEMBAURAN !
asimilasi tanpa paksaan, toleransi yang sensitif, tidak ada penyekatan dan sebagainya.

Saya mendambakan dan merindukan toleransi para para Wali Songo; asimilasi tanpa paksaan, mendidik dengan memberikan contoh, menghargai dan menghormati adat istiadat lokal. Ada contoh yang sepele, tapi menurut saya luar biasa; adanya sate kerbau di daerah kudus. Saya sangat bangga bisa makan sate kerbau, saya bayangkan kaum muslim masa lalu yang lebih memilih makan sate kerbau daripada menyakiti hati sahabat - sahabatnya yang beragama Hindu, indahnya !

yuk hadirkan toleransi dan kikis romantisme martir....

Tuesday, March 30, 2010

itu JUDI !!!!

Buat kaum muslim, judi jelas haram dong (kecuali buat sebagian orang, yes I mean you ! my friend) hehehe

Saya gak suka judi, paling mentok main kartu judi di games hape n kompie saya, alasan utama sih karena gak punya duit buat judi, kemudian gak tau tempat2 "halal" berjudi n trus gak boleh juga sama agama (sok relijius mode).

Tapi saya mulai gerah liat buanyaknya iklan-iklan di tipi or koran yg menurut saya sudah menjurus ke judi.

misalnya: belilah sabun mandi, nanti kamu akan dapet uang 100ribu di dalamnya! jika beruntung.....
ada lagi, beli air minum saya, gosok kemasannya, dapatkan hadiah mobil ! jika beruntung....

Lha hal - hal kayak gini BEDANYA APA sama JUDI yang konon haram itu ?????

misalkan apa bedanya sama saya pergi ke sebuah kasino (ngayal mode) trus masukin receh ke slot machine dan berdoa sama Tuhan (padahal udah tau haram) supaya saya menang satu milyar ! buat saya kok sama aja tuh......

kalo di kasino, uang saya masuk kantong bandar kasino, kalo undian berhadiah, uang saya masuk ke pendapatan perusahaan FMCG.... intinya saya sama - sama kehilangan sejumlah uang untuk mendapatkan "HADIAH" yang belum tentu saya dapatkan

ada sih poin-poin yg berbeda antara judi dan undian berhadiah. Undian berhadiah, kalau nggak ada yg meng-klaim sebagai pemenang, maka hadiah akan di salurkan ke badan sosial. Kalo Judi ya buat memperkaya bandar yg sudah kaya raya.....
Kalo undian berhadiah saya dapet barang (berupa sabun atau air kemasan atau mie instan) sedangkan kasino nggak dapet apa2

Tapi buat saya keduanya masih sama persis sis sis...... ndak ada beda antara JUDI dengan UNDIAN BERHADIAH. Sama-sama kehilangan uang untuk mendapatkan hadiah dan menguntungkan "pihak tertentu"

Jadi? Haramkah Undian Berhadiah? bisa jadi nggak..... tergantung "Niat" seseorang juga. Kalo saya beli sabun buat mandi trus dapet duit 100ribu, ya Alhamdulillah.
Tapi kalo saya berdiri di supermarket, di depan counter sabun kemudian saya berpikir " ah saya beli merk yang itu aja ah, ada undiannya tuh, moga-moga saya dapet duit 100ribu", timbul niatan untuk berjudi saat saya mengambil sabun tersebut dengan harapan hadiah yang belum tentu saya dapatkan (maaf buat produsen sabun)

So, daripada saya ikutan berjudi, mendingan saya milih merk yg nggak ada undian berhadiahnya dong....

Kakak saya pernah lama tinggal di Amerika (kalo saya mah boro-boro, mimpi kesana aja belon pernah), kita pernah ngobrol2 beberapa tahun lalu, membahas undian berhadiah ini. Dia bilang kalo di amerika, undian dengan cara membeli produk, dilarang di amerika, karena merupakan judi !!!, lhoooo......???? bukannya Judi halal2 aja di Amerika ????? ternyata nggak tuh, hanya area2 tertentu yang boleh menyelenggarakan judi, itupun di kontrol dengan ketat.

Trus Undian Berhadiah gimana dong ???? undian berhadiah teteup ada, secara itu cara marketing dari jaman rikiplik tho.....
Salah satu cara melakukan Undian Berhadiah dengan mengajukan kuis-kuis yang jawabannya tertera di kemasan produk, misalnya berapa kalori kacang goreng merk X? temukan jawaban di kemasan kacang goreng merk X, kirimkan jawaban via e-mail/pos, tanpa perlu membeli produk
Hal ini akan mendorong konsumen untuk mengambil kemasan, melihat jawaban dan sukur-sukur mau beli produknya.

Saya jamin Undian Berhadiah cara ini TIDAK akan terlalu menguntungkan bagi produsen, tapi menguntungkan bagi konsumen, atau bagi orang yg rajin ngirim e-mail/kartu pos undian, karena ndak perlu beli produk.

Bagi Saya, semuanya kembali ke NIAT seseorang, ndak ada orang lain yg bisa tau niat kita apa.
Tapi, mbok ya para produsen itu jangan memberikan kesempatan buat judi tho....


cheers,
dodo
saya bukan orang yang relijius, tapi saya tau judi merugikan orang

Tuesday, April 14, 2009

jalan tol....oh.....jalan tol.......

Sejak gw pindah ke cibubur, gw menjadi sangat akrab dengan "Jalan Tol" terutama jalan tol paling tua di Indonesia, jalan tol Jagorawi = jakarta-bogor-ciawi.

Dulu rada jarang-jarang lah lewat jalan tol, paling sering ya tol dalam kota....

Jalan Tol Jagorawi adalah tol yang paling asik (menurut gue ya...). Kanan - kirinya penuh dengan pohon-pohon rindang, jalannya alus, sedikit naik-turun, plus kalo hoki bisa liat gunung salak di Bogor. Dan tol Jagorawi relatif murah buat tol, ini karena udah beroperasi berpuluh tahun yg lalu, dan seharusnya udah balik modal ke sekian kalinya, hi hi hi..... tapi pengelolanya pintar, mereka menambah ruas jalan dr sentul dan kemudian men-charge kenaikan harga buat penggunanya...dengan alasan tambahan investasi dan perawatan jalan tol.... :))

ANTI BAHU JALAN.......!!!

Nah, yg bikin serem ini nih, para pengguna bahu jalan tol.....
Bahu jalan tol kan buat Mobil berhenti, keadaan darurat dan maintenance jalan tol seperti petugas penyapu jalan tol.

Nah, pengguna Bahu Jalan Tol malah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di bahu jalan. Ini bahaya banget, dan kalau tiba - tiba ada mobil berhenti krn mogok dan tertabrak maka nyawa taruhannya. Bukan saja nyawa pengguna Bahu Jalan tetapi juga nyawa mereka yang berhenti di bahu jalan karena kondisi darurat.
Kalaupun si pengguna bahu jalan ini berhasil menghindar dengan memasuki lajur paling kiri atau jalur lambat, akan tetap berpotensi kecelakaan fatal....

Awal-awal gue pikir orang2 pengguna bahu jalan itu sedang buru-buru atau emang orang2 yang ngeyel banget. Tetapi waktu gue pulang kantor jam 11 malem pun tetap ada juga pengguna bahu jalan. So its about attitude not urgency, a very bad habit....

Hayo dong.......
Pake otak sedikitlah.....
Jangan membahayakan orang lain, kalau mau mati ya jangan bawa2 orang lain yg gak tau apa-apa....
Biar kapok, harusnya pengguna bahu jalan di kempesin ban mobilnya dan disuruh ganti sendiri itu ban di bahu jalan. Gue jamin mereka akan nyumpah2 ke pemakai bahu jalan.

Gue pernah tuh ganti ban mobil malem2 di jalan tol, berdo'a abis-abisan plus sport jantung....

Gue juga pernah sih pake bahu jalan tol, tapi sebisa mungkin gue hindari...

mari menjadi manusia anti bahu jalan tol.... :))

Sunday, January 18, 2009

video editing in a simple way.....

Importing

Untuk editing yg simpel gak perlu software yg rumit kok, kalo pake windows ya pake windows movie maker aja dah cukup, kalo pake Apple cukup I-movie aja. cuma make sure hardisk masih luas, krn video boros bgt.

Okay, tinggal buka Windows movie maker for windows user. Note: Mac Rules, windows Sux !

Kalo video yg mau di edit masih di handycam, maka pilih file>Capture Video>Capture Video Device kebuka deh Video Capture Wizard, jgn lupa handycam disambungin ke kompie via USB or FireWire. Handycam harus posisi ON dan VTR/VCR (playback mode).

Maju-Mundurin video, kalo udah ketemu scene yg kita mau, select Start Capture kalo udah, pencet Stop Capture atau capture aja semua dr depan sampe belakang. Untuk kualitas tinggi (DV) bisa makan kira2 13GB per jam video

Kalo video yg mau di edit udah di hardisk, maka lebih gampang, tinggal Capture Video>Import Video.

Windows Movie Maker juga bisa import still photo n lagu.

Kalo udah di Import maka hasil import akan muncul di sisi kiri atas: Collection. nah, video siap untuk di Edit, next step: Editing....


Editing.....

Semua program editing dr yg paling simpel sampe canggih punya basic penggunaan yg sama. Beda yg canggih dgn yg biasa adalah Layering, software yg canggih bisa "menumpuk-numpuk" video, sedangkan yg simpel cuma bisa satu layer.

back to Windows Movie Maker, seperti software editing lainnnya tampilannya dibagi dua atas dan bawah, yang atas dibagi dua lagi.

Sebelah kiri atas: Collection, berisikan video2,photo atau audio yg telah di import, sebelah kanan atas : preview window, kita bisa melihat video yg telah kita impor dan juga hasil editing kita.
Bagian bawah: Time line. di Timeline inilah kita "bekerja" mengedit video.

Edit Videonya.
Drag video dr collection trus drop di timeline, disini kita bisa melakukan beberapa hal basic buat video kita.

Crop/Trim: kita buang awal atau akhir or both dr sebuah clip/scene. Arahkan kursor ke pinggir kiri/kanan klip tersebut, muncul kursor merah Klik dan tahan mouse, geser ke kiri atau kekanan untuk mengurangi durasi video.

Split: select Clip>Split. ini untuk "membelah" klip menjadi dua bagian umumnya untuk membuang bagian tengah klip yg jelek jika digabungkan dengan Crop/Trim

Nah, kalo udah dapet scene yg bagus-bagus aja tinggal di urutin sesuai dengan keinginan. Klip ini bisa di pindah ke depan / belakang / tengah untuk menyesuaikan mood yg diinginkan

Transisi. tools>video transition
transisi ada banyak dan akan muncul di kiri atas window, kita klik salah satu dan bisa di preview di kanan atas dengan klik Play. Kalo kita udah dapet transisi yg oke, di select n drag, drop di antara (di tengah) dua klip.
transisi perlu untuk memper-indah video tp jgn kebanyakan ya....

Preview your video.
di tonton hasil edit di timeline-nya kalo nggak oke ya di ubah-ubah sedikit sesuai keiinginan. klik play atau pake spacebar.
Export video n share.....

Setelah video yg ada di time line sesuai dengan keinginan kita, tinggal di share / export.

Kalo windows movie maker, tinggal klik file>save movie file, nanti ada beberapa option, kita bisa save video sebagai independen file di kompie, atau burn ke CD atau export ke handycam lagi atau e-mail or web. Tinggal ikutin aja alur dr movie maker.

Burning.
burn ke CD or DVD bisa juga pake Nero atau software burning yg lain. Jadi file di save sbg file independen, baru besok2 baru kita burn ke CD/DVD.

Istilah yg suka muncul di DVD
NTSC/PAL : ini frame refresh rate yg biasanya di pake di TV station, kalo Indonesia, eropa, asia itu pake PAL, NTSC di pake di Amerika. Tapi jaman sekarang sih nggak terlalu masalah, krn TV-TV produksi baru biasanya bisa mengakomodasi NTSC/Pal, begitu jg dengan DVD playernya.

Aspect Ratio 4:3 or 16:9.
aspek ratio 4:3 itu contohnya TV-TV yg pake Tabung /CRT. Kalo AR 16:9 ya kayak bioskop gitu atau plasma/LCD jaman sekarang.
Masalah timbul kalo DVD di save dlm format 4:3 dan di playback di TV 16:9 maka gambarnya agak stretch/ melar.

Saturday, November 08, 2008

moslem or muslim ?

I'm not going to talk abut religion, just talking about simple spelling....

When I was in junior high, I was told that the correct way to spell "muslim" is moslem...

but now, I believe that the correct way to spell muslim is MUSLIM. Language will always evolve from time to time. If you watch CNN / BBC, the spelling MOSLEM is no longer exist. They use MUSLIM instead.

Then WHY muslims still use the Moslem spelling?
I saw many shops, banners or leaflets still use the Moslem spelling here in Jakarta, why?. Because just like myself, they were taught that muslim should be spelled MOSLEM.

I think the Moslem spelling was created by westerner in order for them to be able to pronounce the word correctly. Now that they have learned the correct spelling, they use the correct spelling instead of the "correct pronunciation" spelling.


so its should be Muslim not Moslem you idiot !


hmmmm....
this is a catchy phrase, I should patent this phrase, ha ha ha....

So spread the word, ladies and gentleman.....

MUSLIM IS MUSLIM IN ENGLISH !

Tuesday, June 03, 2008

Spice Up Your Video......!

1. Get down to their level
Untuk mengambil gambar anak-anak, hewan, tanaman, jangan memakai pandangan orang dewasa yang berdiri. Lebih keren kalo shoot diambil dengan jongkok/duduk dilantai/ tiduran, kotor dikit gak pa pa lah....

2. Plan for your background
Background, background dan background. carilah background yg paling menarik, otomatis video anda pasti langsung terlihat lebih menarik. cek di kamera, hindari back ground yg sangat "sibuk" dengan aktivitas maupun warna, subjek anda akan tenggelam. Hindari juga background yang terlalu terang sehingga subjek jadi backlit- gelap dan tidak focus.

3. Use cutaways
Biasanya untuk video suatu acara/event seperti kawinan, seminar, ceramah memerlukan Master Shot (ini adalah video utama mengenai acara, misalnya kalo kawinan ya ini mengcover semua kegiatan pengantin). Selain master shot, anda harus juga mengambil Stock-shot misalnya close up para hadirin, gambar gedung, gambar orang tua pengantin, dll shoot sebanyak mungkin. Pada saat editing, stock shot dapat menutupi kekurangan di Master Shot. Misalnya ada seminar, pembicaranya bikin bosen, masukkan stock shot untuk membuat pemirsa video tidak tidur.

4. Use wide or telephoto angles
Gunakanlah fasilitas wide angle & telephoto lenses. Telephoto biasanya dipakai bila posisi kamera jauh dari subjek atau untuk membuat 2 objek terlihat lebih dekat satu sama lain, misalnya untuk adegan tabrakan atau perkelahian. Wide angle juga dipakai untuk menangkap background sebanyak mungkin dengan subjek dekat dengan kamera.

5. Use a natural frame
Sesuatu yang di bingkai pasti akan menarik perhatian kita dan mudah memfokuskan perhatian. Dalam video, kita bisa menggunakan bingkai pada saat shooting maupun dalam editing. Misalnya kita pakai jendela atau pintu sebagai bingkai pemandangan yang indah.

6. Depth of field
Ini adalah teknik yg penting untuk meniru videographer professional. Definisi Depth of Field adalah area di depan kamera nampak sangat fokus. Shallow depth of field membuat subjek sangat fokus dan background maupun foreground tidak fokus. Deep depth of field membuat subjek, foreground dan background relatif fokus. Yang biasanya di anggap bagus atau biasa disebut Film-Look adalah shallow depth of filed, dengan handycam biasa agak sulit untuk mengejar kualitas gambar film-look. Biasanya dengan mengatur appeture atau menambah filter khusus.

7. Avoid on-camera zooms
video yg menyebalkan adalah video dengan kamera statis dan melakukan zoom in dan zoom out terus menerus. Pakailah zoom in, kemudian cut, pindahkan gambar ke yang lain, baru zoom out.

8. Try moving the camera
Tapi jangan goyang - goyang gambarnya...!. Dua cara dasar menggerakkan kamera adalah dolly (bukan yg di surabaya !) dan Trucking (gak ada hubungan sm truk/bus). Dolly adalah gerakan maju-mundur (halah....) kamera relatif kepada subjek, misalnya bergerak menuju subjek atau bergerak diantara orang2 dan menuju subjek. Trucking adalah gerakan ke kiri- kanan relatif terhadap subjek, misalnya jalan miring kaya' kepiting atau naik mobil pelan-pelan, shoot gedung pernikahan anda.

9. Try an Unusual Camera Angle
Cobalah sudut pengambilan gambar yang tidak biasa. banyak cara yang bisa dilakukan misalnya: sambil duduk di lantai, pakai tangga untuk top angle, julurkan tangan anda ke atas untuk "pemandangan dari atas". Gunakan foreground (shoot dari balik sebuah objek) misalnya tanaman, gelas, jendela, orang, dll. Dalam meng-edit, sudut pandang yg aneh bisa menjadi tambahan agar membuat video anda tidak monoton.

10. Watch TV with a critical eye
Menonton TV, musik video, Film adalah cara yg paling mudah untuk belajar videography. Hal yg perlu di perhatikan antara lain adalah berapa lama sebuah adegan di tayangkan sebelum di-cut adengan lain, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, bagaimana master shot dan stock shot dipakai dan lain lain.

11. Edit tightly
Hayo di edit ! jangan males ngedit. Tips untuk mengedit:
- Temukan inti dari video anda, pilihlah video yg menarik dan bagus kemudian buang sisanya.
- Hati-hati terhadap klip yg anda pilih, perhatikan pemirsa video anda. video turis nudis di Bali tentu bukan konsumsi anak anda, atau video istri anda ngorok saat tidur, nanti malah berantem.
- Keep it short. jangan panjang-panjang dong, orang ntar bosen, biasanya untuk sebuah dokumenter, 10 menit sudah cukup.

disadur dr videomaker.com

Istilah umum di video shooting

1 - What: Pan

How: Menggerakkan kamera secara horisontal dari kiri atau kanan, biasakan pake tripod atau pegang seperti pegang gelas kopi panas di depan dada. Silahkan latihan dulu sebelum shoot beneran supaya pergerakan enak.

Why: Digunakan untuk mengikuti gerakan subjek atau menunjukkan jarak antara dua objek. Bagus juga untuk membuat gambar panoramic (tp jgn 360 derajat, udah dibahas).

Rule: Awali gambar dengan gambar diam (jgn langsung gerak) dan diakhiri dengan gambar diam (kebiasaan gw atleast sekitar 5 detik, supaya pas edit enak).
Penting: Pastikan pemandangan yg kita ambil memang bagus dari awal, tengah dan akhir, kalo bagian tengah jelek, mendingan gak usah Pan.

2 - What: Tilt

How: Menggerakkan kamere ke atas dan kebawah secara vertikal tanpa menggerakkan posisi kamera.

Why: Seperti juga Pan, untuk mengikuti subjek memperlihatkan dari bawah sampe ke atas. Slow tilt biasanya bagus untuk memperlihatkan subjek yg besar, seperti pohon besar, tower, dll

TIPS: kalo mau membuat objek terlihat lebih besar tilt dr bawah ke atas, kalo mau keliatan lebih kecil, tilt dr atas ke bawah.

Rule: Awali dgn gambar diam, pastikan pemandangan bagus dari awal, tengah & akhir, akhiri dengan gambar diam. latihanlan sebelum shoot beneran.

3 - What: Pedestal

How: Mirip Tilt tp beda. sekarang kameranya yg naik-turun bukan arah kameranya, sebaiknya pake tripod (di putar naik-turun tripodnya).

Why: Intinya adalah menyamakan tinggi/rendah subjek, kalo subjeknya pemain basket tinggi ya kamera di naikkin, kalo shoot anak kesil atau tanaman bunga, kamera di rendahin.

7 - What: Handheld

How: Memegang Kamera tanpa tripod, pegang kamera dengan 2 tangan, di depan dada, seperti memegang cangkir kopi panas. ini membuat kamera seimbang dan mengurangi getaran.

Why: biasanya karena males bawa tripod !, hand held juga oke kalo ada gerakan2 spontan, misalnya ambil gambar orang main bola, anak kecil lari-lari, atau lagi bikin film HOROR ! ih seremmmm!

Rule: Kalo lg hend held haram di Zoom in !. mendingan deketin subjeknya, setting kamera se-wide mungkin. Handheld gak bagus buat shoot subjek tidak bergerak kaya' gedung, pemandangan dll, lebih baik untuk objek yang bergerak.

8 - What: Zoom

How: ada pencetan/slide di kamera yg bisa mengubah karakter lensa mengubah gambar mendekati objek/ menjauhi objek.

Why: Untuk membuat objek yg cauh terlihat lebih dekat atau memperlihatkan ukuran dan perfektif.

Rule: Zoom in dan zoom out secara terus memerus membuat penonton mual. Jangan zoom kalo memang tidak perlu. pakai tripod kalau mau zoom in. mulai dan akhiri dengan gambar diam.
Note: digital zoom menyebalkan ! percuma pakai digital zoom, kualitas gambar akan turun

9 - What: Rack Focus

How: Merubah fakus dari satu orang/ objeck ke objek dibelakangnya. objek yg di depan akan tampak sedikit blur/out of focus. Jarak kedua objek harus pas.

Why: Biasanya dipake di sinetron kalo lagi dialog atau mau berantem.
Rule: Pake tripod, hand held gak akan oke.

disadur dr videomaker.com

Tujuh dosa besar pengguna Handycam

1. Headhunting--placing every subject in the center of your frame.
Jangan selalu menempatkan subjek anda di tengah frame (layar), ada yg namanya rule of third (layar dibagi 9 kotak imajinasi, hindari subjek di kotak tengah)

2. Motorzooming--overuse of on-screen zooms.
Jangan mentang2 ada fasilitas zoom terus digunakan semena-mena, penonton pusing....

3. Rooting--staying in one spot instead of looking for interesting angles.
Jangan males, cari lokasi lain yg lebih menarik

4. Firehosing--panning all over the scene.
Ini biasanya kalo ngambil gambar pemandangan, trus kita ambil view sambil muter 360 derajat, lebih baik ambil gambar wide angle, trus maju medium shot, maju lagi close up, maju lagi extreme close up.

5. Upstanding--shooting everything from standing eye-level.
Jangan kamera di shoot sejajar pandangan mata terus, coba sudut dari bawah (low angle) dari atas (top angle)

6. Snapshooting--taping only two or three seconds per shot.
Ini handycam, bukan kamera photo, jd kalo rekam jangan cuma 2-3 detik, lamaan dikit dong...

7. Backlighting--too much light falling on the background instead of on the subject.
Arah cahaya dari belakang subjek lebih terang dari subjek kita, masalahnya bukan cuma subjek kita jd keliatan gelap, handycam yg auto focus akan mencari cahaya terang, jadi fokus akan pindah ke background, subjek malah gak focus.

disadur dr videomaker.com