menzalimi
Kalo denger kata menzalimi, gue teringat diktator, raja-raja dan panglima perang yang semena-mena merampas hak – hak masyarakat untuk kepentingan pribadi. Saya membayangkan mereka menzalimi rakyatnya dengan penuh kekerasan, merentangkan sayap memenjara, menebar benih ketakutan untuk kepentingan pribadi. Ya, menzalimi adalah hal yang sangat mengerikan, saya tidak akan pernah mau menzalimi orang lain.
Benarkan saya tidak pernah menzalimi orang lain? Pernah, bahkan sering….
Kalau menurut KKBI (klo gak ngerti KKBI itu apa, google aja ya…), MENZALIMI berarti menindas, menganiaya, berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain.
Menindas ? nggak lah, menindas orang lain jarang saya lakukan, paling waktu jadi senior jaman ospek2 dulu, hehehe….
Menganiaya ? ampun deh nggak sanggup menganiaya, saya cinta damai, peace !
Berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain? Ya…ya… yang ini saya sering lakukan.
Untuk bisa berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain berarti harus ada kewenangan yang dilimpahkan ke saya. Tuhan memberikan suatu privilege kepada saya, memberikan suatu kewenangan kepada saya, dan kewenangan tersebut sering saya salah gunakan untuk berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain !
Gak percaya ?
Tuhan memberikan kewenangan atau otoritas bagi saya untuk mengemudikan mobil saya; saya suka memepetin & klaksonin motor-motor yg melawan arus, saya suka klaksonin or dim mobil-mobil yang lelet, saya suka memepet balik mobil-mobil yang memotong jalur saya dan saya setiap 2 hari sekali mengisi bensin dengan bensin bersubsidi. Ya, saya sering menzalimi.
Ya, saya menzalimi pengemudi motor-motor tersebut, saya dengan sengaja menimbulkan ketakutan dan ketidaknyamanan bagi mereka. Saya sering kekeuh tidak memberikan jalur saya bagi pengemudi mobil lain yang memotong jalur saya, padahal mungkin saja mereka sedang menuju rumah sakit atau mengejar pesawat terbang.
Tuhan memberikan banyaaaak kewenangan bagi anda, apakah anda menjaga kewenangan tersebut agar tidak menzalimi orang lain? Banyak hal-hal sederhana yang sebenarnya sama saja dengan menzalimi.
Saya ambil contoh sederhana, Tuhan memberi anda sebuah mobil. Kalau anda ganti lampu standar anda dengan HID yg mahal dan sangat terang benderang sampai membutakan pengemudi lain di malam hari = Menzalimi.
Kalau anda mengemudi dengan kecepatan 50 km/j di lajur paling kanan di jalan tol padahal banyak lho yg perlu buru-buru, memaksa orang pindah-pindah jalur, tingkat resiko kecelakaan meningkat = Menzalimi.
Kalau anda kena macet dimalam hari kaki anda terus menerus menekan pedal rem, supir mobil di belakang anda akan silau kena lampu rem anda = Menzalimi.
Saya mengaku sering menzalimi, saya mencoba menguranginya…..
Menghilangkannya sama sekali? Saya bukan manusia sempurna, apalagi kalau motor-motor yang melawan arus masih banyak, hahaha…
Cheers
Dodolagiisengsoalnyalagistress
