Tuesday, June 03, 2008

Spice Up Your Video......!

1. Get down to their level
Untuk mengambil gambar anak-anak, hewan, tanaman, jangan memakai pandangan orang dewasa yang berdiri. Lebih keren kalo shoot diambil dengan jongkok/duduk dilantai/ tiduran, kotor dikit gak pa pa lah....

2. Plan for your background
Background, background dan background. carilah background yg paling menarik, otomatis video anda pasti langsung terlihat lebih menarik. cek di kamera, hindari back ground yg sangat "sibuk" dengan aktivitas maupun warna, subjek anda akan tenggelam. Hindari juga background yang terlalu terang sehingga subjek jadi backlit- gelap dan tidak focus.

3. Use cutaways
Biasanya untuk video suatu acara/event seperti kawinan, seminar, ceramah memerlukan Master Shot (ini adalah video utama mengenai acara, misalnya kalo kawinan ya ini mengcover semua kegiatan pengantin). Selain master shot, anda harus juga mengambil Stock-shot misalnya close up para hadirin, gambar gedung, gambar orang tua pengantin, dll shoot sebanyak mungkin. Pada saat editing, stock shot dapat menutupi kekurangan di Master Shot. Misalnya ada seminar, pembicaranya bikin bosen, masukkan stock shot untuk membuat pemirsa video tidak tidur.

4. Use wide or telephoto angles
Gunakanlah fasilitas wide angle & telephoto lenses. Telephoto biasanya dipakai bila posisi kamera jauh dari subjek atau untuk membuat 2 objek terlihat lebih dekat satu sama lain, misalnya untuk adegan tabrakan atau perkelahian. Wide angle juga dipakai untuk menangkap background sebanyak mungkin dengan subjek dekat dengan kamera.

5. Use a natural frame
Sesuatu yang di bingkai pasti akan menarik perhatian kita dan mudah memfokuskan perhatian. Dalam video, kita bisa menggunakan bingkai pada saat shooting maupun dalam editing. Misalnya kita pakai jendela atau pintu sebagai bingkai pemandangan yang indah.

6. Depth of field
Ini adalah teknik yg penting untuk meniru videographer professional. Definisi Depth of Field adalah area di depan kamera nampak sangat fokus. Shallow depth of field membuat subjek sangat fokus dan background maupun foreground tidak fokus. Deep depth of field membuat subjek, foreground dan background relatif fokus. Yang biasanya di anggap bagus atau biasa disebut Film-Look adalah shallow depth of filed, dengan handycam biasa agak sulit untuk mengejar kualitas gambar film-look. Biasanya dengan mengatur appeture atau menambah filter khusus.

7. Avoid on-camera zooms
video yg menyebalkan adalah video dengan kamera statis dan melakukan zoom in dan zoom out terus menerus. Pakailah zoom in, kemudian cut, pindahkan gambar ke yang lain, baru zoom out.

8. Try moving the camera
Tapi jangan goyang - goyang gambarnya...!. Dua cara dasar menggerakkan kamera adalah dolly (bukan yg di surabaya !) dan Trucking (gak ada hubungan sm truk/bus). Dolly adalah gerakan maju-mundur (halah....) kamera relatif kepada subjek, misalnya bergerak menuju subjek atau bergerak diantara orang2 dan menuju subjek. Trucking adalah gerakan ke kiri- kanan relatif terhadap subjek, misalnya jalan miring kaya' kepiting atau naik mobil pelan-pelan, shoot gedung pernikahan anda.

9. Try an Unusual Camera Angle
Cobalah sudut pengambilan gambar yang tidak biasa. banyak cara yang bisa dilakukan misalnya: sambil duduk di lantai, pakai tangga untuk top angle, julurkan tangan anda ke atas untuk "pemandangan dari atas". Gunakan foreground (shoot dari balik sebuah objek) misalnya tanaman, gelas, jendela, orang, dll. Dalam meng-edit, sudut pandang yg aneh bisa menjadi tambahan agar membuat video anda tidak monoton.

10. Watch TV with a critical eye
Menonton TV, musik video, Film adalah cara yg paling mudah untuk belajar videography. Hal yg perlu di perhatikan antara lain adalah berapa lama sebuah adegan di tayangkan sebelum di-cut adengan lain, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, bagaimana master shot dan stock shot dipakai dan lain lain.

11. Edit tightly
Hayo di edit ! jangan males ngedit. Tips untuk mengedit:
- Temukan inti dari video anda, pilihlah video yg menarik dan bagus kemudian buang sisanya.
- Hati-hati terhadap klip yg anda pilih, perhatikan pemirsa video anda. video turis nudis di Bali tentu bukan konsumsi anak anda, atau video istri anda ngorok saat tidur, nanti malah berantem.
- Keep it short. jangan panjang-panjang dong, orang ntar bosen, biasanya untuk sebuah dokumenter, 10 menit sudah cukup.

disadur dr videomaker.com

Istilah umum di video shooting

1 - What: Pan

How: Menggerakkan kamera secara horisontal dari kiri atau kanan, biasakan pake tripod atau pegang seperti pegang gelas kopi panas di depan dada. Silahkan latihan dulu sebelum shoot beneran supaya pergerakan enak.

Why: Digunakan untuk mengikuti gerakan subjek atau menunjukkan jarak antara dua objek. Bagus juga untuk membuat gambar panoramic (tp jgn 360 derajat, udah dibahas).

Rule: Awali gambar dengan gambar diam (jgn langsung gerak) dan diakhiri dengan gambar diam (kebiasaan gw atleast sekitar 5 detik, supaya pas edit enak).
Penting: Pastikan pemandangan yg kita ambil memang bagus dari awal, tengah dan akhir, kalo bagian tengah jelek, mendingan gak usah Pan.

2 - What: Tilt

How: Menggerakkan kamere ke atas dan kebawah secara vertikal tanpa menggerakkan posisi kamera.

Why: Seperti juga Pan, untuk mengikuti subjek memperlihatkan dari bawah sampe ke atas. Slow tilt biasanya bagus untuk memperlihatkan subjek yg besar, seperti pohon besar, tower, dll

TIPS: kalo mau membuat objek terlihat lebih besar tilt dr bawah ke atas, kalo mau keliatan lebih kecil, tilt dr atas ke bawah.

Rule: Awali dgn gambar diam, pastikan pemandangan bagus dari awal, tengah & akhir, akhiri dengan gambar diam. latihanlan sebelum shoot beneran.

3 - What: Pedestal

How: Mirip Tilt tp beda. sekarang kameranya yg naik-turun bukan arah kameranya, sebaiknya pake tripod (di putar naik-turun tripodnya).

Why: Intinya adalah menyamakan tinggi/rendah subjek, kalo subjeknya pemain basket tinggi ya kamera di naikkin, kalo shoot anak kesil atau tanaman bunga, kamera di rendahin.

7 - What: Handheld

How: Memegang Kamera tanpa tripod, pegang kamera dengan 2 tangan, di depan dada, seperti memegang cangkir kopi panas. ini membuat kamera seimbang dan mengurangi getaran.

Why: biasanya karena males bawa tripod !, hand held juga oke kalo ada gerakan2 spontan, misalnya ambil gambar orang main bola, anak kecil lari-lari, atau lagi bikin film HOROR ! ih seremmmm!

Rule: Kalo lg hend held haram di Zoom in !. mendingan deketin subjeknya, setting kamera se-wide mungkin. Handheld gak bagus buat shoot subjek tidak bergerak kaya' gedung, pemandangan dll, lebih baik untuk objek yang bergerak.

8 - What: Zoom

How: ada pencetan/slide di kamera yg bisa mengubah karakter lensa mengubah gambar mendekati objek/ menjauhi objek.

Why: Untuk membuat objek yg cauh terlihat lebih dekat atau memperlihatkan ukuran dan perfektif.

Rule: Zoom in dan zoom out secara terus memerus membuat penonton mual. Jangan zoom kalo memang tidak perlu. pakai tripod kalau mau zoom in. mulai dan akhiri dengan gambar diam.
Note: digital zoom menyebalkan ! percuma pakai digital zoom, kualitas gambar akan turun

9 - What: Rack Focus

How: Merubah fakus dari satu orang/ objeck ke objek dibelakangnya. objek yg di depan akan tampak sedikit blur/out of focus. Jarak kedua objek harus pas.

Why: Biasanya dipake di sinetron kalo lagi dialog atau mau berantem.
Rule: Pake tripod, hand held gak akan oke.

disadur dr videomaker.com

Tujuh dosa besar pengguna Handycam

1. Headhunting--placing every subject in the center of your frame.
Jangan selalu menempatkan subjek anda di tengah frame (layar), ada yg namanya rule of third (layar dibagi 9 kotak imajinasi, hindari subjek di kotak tengah)

2. Motorzooming--overuse of on-screen zooms.
Jangan mentang2 ada fasilitas zoom terus digunakan semena-mena, penonton pusing....

3. Rooting--staying in one spot instead of looking for interesting angles.
Jangan males, cari lokasi lain yg lebih menarik

4. Firehosing--panning all over the scene.
Ini biasanya kalo ngambil gambar pemandangan, trus kita ambil view sambil muter 360 derajat, lebih baik ambil gambar wide angle, trus maju medium shot, maju lagi close up, maju lagi extreme close up.

5. Upstanding--shooting everything from standing eye-level.
Jangan kamera di shoot sejajar pandangan mata terus, coba sudut dari bawah (low angle) dari atas (top angle)

6. Snapshooting--taping only two or three seconds per shot.
Ini handycam, bukan kamera photo, jd kalo rekam jangan cuma 2-3 detik, lamaan dikit dong...

7. Backlighting--too much light falling on the background instead of on the subject.
Arah cahaya dari belakang subjek lebih terang dari subjek kita, masalahnya bukan cuma subjek kita jd keliatan gelap, handycam yg auto focus akan mencari cahaya terang, jadi fokus akan pindah ke background, subjek malah gak focus.

disadur dr videomaker.com